Tahun “Terapi Kejut” Dalam Perkembangan Dunia Teknologi

Rasanya tak mungkin menjabarkan atau menyimpulkan seluruh kejadian seputar dunia teknologi informasi selama 2007 lalu hanya dalam enam lembar halaman. Namun sebagai tema besar, tahun 2007 bolehlah dijuluki sebagai tahunnya “terapi kejut”.

Awal 2007, dunia Internet Indonesia boleh dibilang mengalami kesuraman. Bak terapi kejut listrik, masyarakat Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh putusnya sambungan Internet internasional. Putusnya sambungan Internet internasional itu bak hidangan penutup akhir tahun 2006, yang masih terasa hingga awal 2007.

Penyebabnya adalah gempa Asia Timur pada Desember 2006. Gempa tersebut mengakibatkan putusnya sambungan kabel bawah laut di Semenanjung Taiwan. Sialnya bagi Indonesia, boleh dibilang seluruh sambungan Internet internasional di Indonesia bermuara ke Singapura yang ujung-ujungnya terhubung ke Tier-1 (jalur Internet utama dunia di Amerika Serikat) melalui kabel laut di Taiwan.

Efek yang terasa kemudian adalah ‘kiamat kecil’ dunia maya. Jutaan pengguna Internet di Indonesia tak bisa mengakses website luar negeri, seperti Google atau Yahoo. Website buatan orang Indonesia yang ditempatkan di luar negeri pun mengalami kebuntuan.

Di balik frustasi akibat kejadian itu, ada hikmah yang bisa diambil. Akses ke website lokal yang “rumahnya” di dalam negeri ternyata masih lancar, maka website seperti detik.com dan chip.co.id menjadi setetes air pelepas dahaga para pengguna Internet.

Masyarakat dan pemerintah pun seperti bangun dari mimpi. Bahwa Internet tak bisa melulu mengandalkan hubungan ke luar negeri, apalagi kalau sambungan ke luar negeri boleh dibilang hanya mengandalkan satu jalur saja. Seruan untuk membangun akses alternatif pun muncul. Pemerintah pun bergerak untuk mengadakan tender pembangunan infrastruktur serat optik dalam negeri. Namun selain itu, semua pihak yang terlibat diam-diam sadar bahwa konten lokal memang perlu digalakkan. Ketergantungan masyarakat pengguna Internet di Indonesia pada akses ke luar negeri terbukti jadi beban yang ditanggung oleh semua orang.

Perbaikan kabel laut di Taiwan tersebut baru rampung total pada Februari 2007. Meskipun pengguna Internet sejak awal Januari sudah mulai bisa merasakan nikmatnya mengakses website luar negeri, kecepatan yang dirasakan masih lebih lambat dibandingkan sebelum putusnya kabel bawah laut tersebut.

Dalam skala yang lebih kecil, kiamat Internet pun melanda saat banjir kembali merendam Jakarta di Februari 2007. Banjir mematikan sambungan milik Telkom yang efektif membunuh banyak sambungan Internet, termasuk Telkom Speedy.

Selain itu, banjir juga merendam banyak menara telekomunikasi sehingga operator seluler pun harus berjibaku menyelamatkan jangkauan sinyal mereka di ibukota. Sinyal putus-putus, bahkan hingga mati total, pun mewabah di wilayah-wilayah yang terkena banjir.

Microsoft vs. Apple

Di dunia piranti lunak, awal 2007 menjadi tanda lahirnya sistem operasi Windows Vista. Sistem operasi generasi baru dari Microsoft ini lahir sebagai penerus Windows XP. Microsoft berusaha menjawab berbagai kritik dan tantangan lewat sistem operasi tersebut, bukan hanya dari sisi tampilan yang jernih, Vista konon disebut sebagai sistem operasi paling aman yang pernah dibuat oleh Microsoft.

Pada 11 April 2007, Microsoft resmi meluncurkan Windows Vista di Indonesia. Acara peluncuran dilakukan bersamaan dengan Microsoft Office 2007. Namun, para rekanan dan klien tertentu Microsoft Indonesia telah beberapa bulan sebelumnya mulai mencicipi Vista. Early adopters ini yang menjadi tempat uji coba Microsoft Indonesia untuk mendapatkan masukan mengenai sistem operasi paling gres tersebut.

Sambutan terhadap Vista cukup beragam. Microsoft Indonesia berani mengklaim bahwa selama tiga bulan sejak April 2007, Windows Vista mencakup 21 persen dari seluruh sistem operasi Windows yang terjual di Indonesia pada periode itu.

Tentunya angka itu tidak menyebutkan jumlah yang ter-install secara tidak resmi, atau dikenal juga sebagai versi petani alias bajakan. Pengguna bajakan bahkan sudah mulai menggunakan Vista sebelum produk itu resmi diluncurkan, bagi penikmat produk bajakan penggunaan piranti lunak versi ujicoba memang menjadi hal yang wajar.

Di sisi lain, tak sedikit pengguna yang mengeluhkan kebutuhan hardware minimum yang diminta oleh Windows Vista. Hal tersebut, ditambah drastisnya perubahan user interface Vista dibandingkan Windows XP membuat banyak pelanggan yang masih ‘malu tapi mau’ untuk beralih ke Vista.

Seakan menyadari hal tersebut, Microsoft pada akhir 2007 mengumumkan pengembangan Service Pack yang ketiga untuk Windows XP. Langkah yang seakan-akan tunduk pada kemauan pasar yang masih gandrung dengan Windows XP.

Di kubu seberang Microsoft, Apple juga meluncurkan sistem operasi Mac OS X terbarunya, Leopard pada tahun 2007. Tetapi yang mungkin lebih mengejutkan adalah keputusan Apple untuk menanggalkan embel-embel Computer dari namanya.

Apple membuat kejutan juga dengan Apple iPhone, sebuah ponsel berlayar sentuh tanpa keyboard dan tidak membutuhkan stylus untuk penggunaannya. Kemudian iPhone disusul oleh iPod Touch, produk sejenis yang tidak memiliki kemampuan menelepon.

Google: raksasa yang tidak mau berhenti tumbuh

Berbicara soal perusahaan TI yang memiliki dampak besar tentunya tak bisa lepas dari sepak terjang Google. Berawal dari garasi, karya dua mahasiswa tersebut kini bak raksasa yang tak mau berhenti tumbuh. Setelah melepaskan sahamnya dalam penawaran publik, Google kini makin menggila.

Raksasa Internet itu bahkan mulai merambah ke dunia telekomunikasi bergerak. Pada 2007 ini mereka mengungkap tabir Google Phone yang kerap diisukan sebagai perangkat telepon seluler buatan Google. Ternyata piranti yang telah lama digosipkan itu muncul dengan nama Android, sebuah proyek kerja sama untuk membangun perangkat ponsel dengan standar terbuka.

Di 2007, Google pun terus tumbuh dengan melakukan akuisisi dan inovasi. Doubleclick, perusahaan iklan online, menjadi salah satu pencaplokan Google yang paling kontroversial. Digabungkan dengan upaya Google di dunia periklanan online yang makin solid, akuisisi Double-Click dikuatirkan akan memberi status bak monopoli pada Google.

Dari sisi keuangan, saham Google sempat meroket ke angka USD 700 per lembar sebelum kemudian stabil pada angka sekitar USD 670. Ini meningkat sekitar USD 550 dari angka awal USD 120 saat Google go public.

Dari sisi inovasi, begitu banyak produk Google yang berkembang di 2007. Mulai

dari perbaikan pada layanan Gmail (kini terbuka untuk semua orang) hingga produk-produk baru seperti Google Reader (tak lagi Beta di 2007) dan Google Gears yang memungkinkan pengguna untuk meng-offline-kan aplikasi web favorit mereka, termasuk Google Reader dan Blogger (Blogspot.com).

Dot Com 2.0

Istilah yang menjadi makin populer di tahun 2007 adalah Web 2.0. Istilah ini mengacu pada website-website ‘generasi kedua’ yang memiliki filosofi dan tampilan yang berbeda dengan pendahulunya.

Web 2.0 sendiri merupakan sebuah istilah yang sulit didefinisikan dengan sederhana. Tim O’Reilly, yang memopulerkan istilah ini, mendefinisikan Web 2.0 sebagai “revolusi di industri komputer yang disebabkan oleh pergerakan untuk menjadikan Internet sebagai platform dan berbagai upaya untuk meraih sukses dari platform tersebut.”

Contoh website, atau tepatnya aplikasi online, yang masuk dalam kategori yang gamang ini adalah website jejaring sosial (Facebook, MySpace, Friendster), website wiki (Wikipedia, Citizendium), atau website social bookmarking (Digg, Reddit).

Website Web 2.0 banyak menyandarkan diri pada teknologi Asynchronous Javascript and XML (AJAX). Google pun banyak memanfaatkan AJAX dalam aplikasinya seperti Gmail, Google Reader, atau Google Docs. Sedangkan Yahoo! tak ketinggalan memanfaatkan AJAX dalam Yahoo! Mail dan Flickr.

Primadona Web 2.0 di 2007 boleh dibilang adalah website jejaring sosial Face-book. Terlepas dari kontroversi pendirinya Mark Zuckerberg (yang dituduh mencuri ide Facebook dari teman kuliah), Face-book tumbuh menjadi fenomena yang menjanjikan di 2007.

Pembelian sebagian saham Facebook, yang terkait iklan online-nya, oleh Microsoft pun menegaskan hal itu. Nilai pembelian itu konon menempatkan nilai Face-book secara keseluruhan dalam bilangan miliar dolar AS.

Online Community

Jiwa dari Web 2.0 adalah komunitas online dan Indonesia tidak kekurangan komunitas Online tersebut. Mereka yang gemar nongkrong di forum online maupun website pertemanan macam Friendster dan Facebook cukup banyak. Selain itu tentunya komunitas online yang dikenal dengan sebutan blogger.

Di tahun 2007 ini gairah para penulis blog ini makin bergejolak. Puncaknya adalah Pesta Blogger 2007 yang digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, pada 27 Oktober.

Acara hura-hura dan berbagi ilmu ini menjadi sebuah gelaran nasional yang menggairaJtkan. Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, bahkan sampai larut dalam gegap-gempita acara tersebut dan mengumumkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.

Semangat membangun komunitas terlihat dalam acara yang dijuluki juga sebagai Kopdar (Kopi Darat) Blogger Nasional. Beberapa topik diskusi yang dimasak dalam acara itu termasuk perihal Online Marketing, peranan wanita dalam blogging, hingga blog peristiwa terkini (sesuatu yang mungkin bisa disamakan dengan jurnalisme blogging).

Meski semangatnya telah melangit, para blogger tetap harus kembali ke bumi. Jujur saja, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan komunitas blogger. Apalagi, komunitas tersebut dikenal cair dan cenderung tidak mau dikekang dalam sebuah lembaga yang kaku.

Pesta Blogger 2007 dengan tema ‘Suara Baru Indonesia’ itu menyisakan pertanyaan. Benarkah “Suara Baru” itu akan muncul, dan membuat perbedaan? Atau, jangan-jangan, pesta itu hanya menjadi sebuah ajang foya-foya yang menyisakan setumpuk piring kotor.

E-Covernment, Detiknas, dan Website 17 Miliar

Dari tahun ke tahun, pemerintah Indonesia terus berupaya menggalakkan e-Go-vernment, Merangkul teknologi informasi dalam pemerintahan disadari telah menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa ditunda-tunda lagi.

Sebagai nahkoda dalam pengembangan e-Government tersebut adalah Departemen Komunikasi dan Informatika dan Dewan TIK Nasional (Detiknas), keduanya dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Informatika,

Pos yang diduduki Sofyan Djalil pada periode sebelumnya itu, pada Mei 2007
diserahkan ke orang TI Mohammad Nuh. Pemegang gelar Doktor di bidang Digital System itu diakui oleh pendahulunya sebagai orang yang tepat untuk menjabat Menkominfo.

Di bawah Nuh, Dewan TIK Nasional pun semakin bergiat. Pada peringatan setahun Detiknas, Nuh pun mengumumkan terbitnya pan-‘ duan pengadaan piranti lunak di departemen pemerintahan. Sayangnya, cakram digital yang melengkapi panduan tersebut masih kekurangan aplikasi pendeteksi legalitas piranti lunak yang dijanjikan Detiknas.

Masih terkait dengan e-government. Departemen Budaya dan Pariwisata pada akhir 2007 mengumumkan website My-Indonesia.info. Website ini khusus dibuat dengan tujuan mempromosikan wisata Indonesia seiring Visit Indonesia Year 2008.

Meski upaya itu patut diacungi jempol, atau setidaknya diberi anggukan tanda setuju, ternyata sejak awal peluncurannya website itu menuai kontroversi. Website itu ternyata menelan biaya pengembangan yang bisa mencapai 17 miliar (anggaran dari tahun 2006 hingga 2008).

Website pariwisata My-lndonesia.info memiliki rancangan anggaran (pagu) total 17,5 miliar rupiah selama tahun 2006 hingga 2008. Dan anggaran yang terealisasi pada 2006 adalah Rp 1,8 miliar (Rp 1.871.286.906).

Kemudian, pada tahun 2007 anggaran yang terealisasi disebutkan sebanyak Rp 5,3 miliar (Rp 5.325.775.816) dari total pagu 5,5 miliar rupiah. Sedangkan pagu anggaran yang diprogramkan untuk tahun 2008 adalah 10 miliar rupiah, yang tentunya belum terealisasi.

Biaya itu tergolong “wah” untuk pengembangan website. Meski komponen biayanya beragam, termasuk promosi, dan pemasaran, tetapi tetap saja angka yang fantastis itu memicu reaksi dari kalangan pengguna Internet. Pada akhirnya, yang perlu dicermati adalah, apakah website dengan biaya sebesar itu bisa memberikan hasil yang diinginkan?

Cambuk KPPU, perih Singapura

Bukan rahasia kalau kebanyakan operator telekomunikasi selular di Indonesia dikuasai oleh pihak asing. Excelcomindo Pratama dimiliki oleh Telekom Malaysia dan belakangan juga Uni Emirat Arab lewat Etilasat. Indosat sudah lama jadi milik Singapura melalui Singapore Technologies Telemedia (STT). Telkomsel, selain dimiliki Telkom, juga merupakan milik Singapura lewat SingTel.

Telah lama, dominannya kepemilikan asing di operator seluler Indonesia ini menjadi sumber kegalauan banyak kalangan. Berbagai kekuatiran sempat me

dengan lagu Rasa Sayang ala Malaysia di website YouTube pun diserang oleh komentar-komentar pedas.

Pada 23 Oktober 2007, website RasaSayang.com.my “dipermak” dengan cukup brutal. Banner iklan pada pojok kanan atas website itu memunculkan undangan untuk menghadiri pesta nudis. Lebih dari itu, pelaku juga menyantumkan “peringatan” tentang keberadaan konten ilegal di website tersebut. Yang dimaksud tentunya adalah penggunaan lagu Rasa Sayange.

Lagu Rasa Sayang versi Malaysia yang seharusnya bisa didengarkan lewat website itu juga dihilangkan. Akses ke lagu itu justru akan menampilkan sebuah lagu dengan irama rap dengan lirik berbahasa Indonesia yang menggunakan kata-kata tabu.

Serangan juga melanda website Ke-menterian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia yang beralamat di www. heritage.gov.my. Pada November 2007 halaman website Heritage Malaysia itu memunculkan tiga baris tulisan berisi tiga tuntutan untuk Malaysia dari sang pelaku yang tidak diketahui asal-usulnya. Gebrakan NVIDIA

Tahun 2007 juga merupakan tahun penting dalam perkembangan dunia hardware. Di awal 2007, gebrakan dunia grafis telah ditorehkan oleh NVIDIA. Pihak NVIDIA dengan bangga meluncurkan GPU pertama di dunia yang menggunakan basis stream prosesor. Stream prosesor merupakan sebuah varian GPU baru yang kompatibel dengan DirectXlO (terdapat dalam Windows Vista). Dua buah varian pertama yang diluncurkan oleh NVIDIA yakni Geforce 8800 GTS dan GTX yang masing -masing menggunakan 96 dan 128 Stream prosesor.

ATT sebagai pesaing ketat NVDIA tidak banyak menunjukkan taringnya pada tahun ini. Implementasi teknologi HD pada GPU mereka dapat terlihat jelas dengan diluncurkannya HD 2xxx series.

Dukungan besar diberikan ATI pada dunia HD juga terlihat dengan digunakannya konektivitas HDMI pada VGA card yang mereka produksi.

Teknologi baru dari Intel dan AMD

Intel sebagai salah satu produsen prosesor ternama di dunia telah resmi meluncurkan prosesor mereka yang menggunakan teknologi fabrikasi 45 nm dimana sebelumnya menggunakan teknologi fabrikasi 65 nm. Logam
jenis baru pun diperkenalkan oleh Intel yakni penggunaan metal jenis Hi-K yang berfungsi sebagai bahan dasar prosesor baru tersebut. Nama “Penryn” diberikan oleh pihak Intel untuk jenis prosesor terbarunya tersebut.

Sementara itu, AMD sebagai pesaing Intel tidak mau ketinggalan begitu saja. AMD meluncurkan prosesor True Quad pertama di dunia yang menggunakan empat buah core pada sebuah prosesor. Nama Phenom diberikan oleh AMD untuk prosesor yang sangat fenomenal ini. Keunggulan Phenom adalah terintegrasinya L3 cache yang berguna untuk meningkatkan kinerja pada sistem.

DDR3

Perkembangan memory juga tidak mau kalah dengan perkembangan komponen lainnya. Ini terlihat dengan diluncurkannya DDR3 sebagai lanjutan dari perkembangan DDR2. Bandwith yang besar merupakan salah satu kelebihan dari modul memory DDR3. Tetapi hal yang sangat disayangkan, harganya relatif mahal dan kinerja yang dihasilkan tidak terlalu signifikan dibanding DDR2. Namun tidak pen-lu risau, karena pada tahun 2007, DDR3 masih merupakan proyek awal produsen memory. Artinya di tahun 2008 | ini akan banyak sekali perbaikan yang akan terlihat pada kinerja komponen penting ini dan tentu saja dengan harga yang makin murah.

Notebook revolusioner

Pada 2007 produsen ternama seperti ASUS juga tidak mau ketinggalan dalam me

norehkan sejarah dalam dunia TI. Pada penghujung tahun ini, mereka meluncurkan sebuah sub-notebook yakni ASUS Ee-ePC. Awalnya, ASUS menyebutkan akan meluncurkan laptop mungil ini dengan harga berkisar 180 USD. Dengan menggunakan layar sebesar 7 inci, laptop murah ini mengintegrasikan teknologi SSD atau Solid State Device sebagai media penyimpanannya. Sebelumnya semua laptop menggunakan hard disk sebagai media penyimpanan. Sebagai kompensasi penggunaan SSD, kapasitas yang ditawarkan tidaklah terlalu besar yakni 4 GB.

Power supply hemat energi

Penggunaan power supply dengan efisiensi di atas 80% mulai dicanangkan pada tahun 2007. Kesadaran akan arti hemat energi semacam ini mulai dibangkitkan sebagai pengaruh adanya global warming atau pemanasan global yang merupakan akibat dari tingkat polusi yang tinggi. Sebagai dampak hal tersebut, saat ini para produsen berlomba untuk menghasilkan power supply berdaya tinggi sekaligus memiliki efisiensi daya yang baik. Ke-ikutsertaan dalam program “green power” atau energi ramah lingkungan merupakan bukti dari kepedulian produsen dalam memperhatikan masalah lingkungan yang saat ini terjadi.