5 Motherboard Harga Murah Untuk Gaming Rig

Motherboard gaming terbaik adalah fondasi kaya fitur tempat Anda akan meletakkan sisa bangunan Anda. Perbedaan antara komponen bangunan dapat sangat halus dan motherboard mencontohkannya.

Sebenarnya hanya ada beberapa kriteria yang memisahkan satu dari yang lain, di luar pertimbangan dasar untuk kompatibilitas. Namun, tidak memperhatikan perbedaan-perbedaan itu dapat membuat semua perbedaan antara build yang sukses atau RMA cepat. Panduan kami ada di sini untuk membantu Anda menemukan motherboard terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan mengurangi frustrasi yang ditambahkan.

motherboard murah

Perbedaan yang paling jelas adalah ukurannya. Ini sebagian besar akan ditentukan oleh ukuran kasing Anda tentu saja, tetapi posisi dan jumlah motherboard macet dapat berbeda tergantung pada produsen kasing, jadi ketika ragu, lihat lembar spesifikasi kasing Anda.

Sebagai contoh, bahkan case mid-tower terbaik tidak selalu kompatibel dengan papan mini-ITX hanya karena kecil. Kecuali jika Anda ingin membangun profil rendah, papan ATX akan menjadi pilihan terbaik Anda dan umumnya lebih terjangkau karena ketersediaannya.

ECS P35T-A

Elite Group kembali mengeluarkan motherboard kelas hig-end. ECS P35T-A sudah menggunakan chipset terbaru dari Intel dengan kode Bearlake, Intel P35 dan ICH9DH pada chipset southbridge-nya.

Dengan menggunakan chipset tersebut tentunya motherboard ini sudah mendukung processor Intel Celeron D sampai dengan Intel Core 2 Extreme.

Motherboard ini juga sudah mendukung teknologi ATi Crossfire yang berarti sudah disediakan 2 buah slot PCI-Express, di mana Anda bisa menggunakan dua buah VGA card add-on ATi yang Identik supaya performa graphic Anda melonjak lebih tinggi. Secara keseluruhan tidak ada fitur baru dan istimewa yang ditawarkan pada motherboard ini.

Beralih ke dalam kinerja dari motherboard ini. Kinerja secara keseluruhan cukup bisa diandalkan. Tes benchmark yang kami berikan melalui software sintetic PCMarkOS dan game demo Quake 4 HOC mampu dijalankan dengan cukup baik dan dengan skor yang memuaskan. Namun begitu, tidak ada hal yang cukup istimewa dari performa motherboard ini.

Kemampuan overcloking yang ditawarkan juga kurang begitu lengkap. Ada beberapa komponen yang bisa Anda tuning, namun kebanyakan sudah tersetting secara otomatis.

Harga yang ditawarkan untuk produk ini cukup menarik, hanya dengan US$105 Anda sudah bisa mendapatkan sebuah motherboard dengan teknologi chipset terbaru dan tentu saja performa yang lumayan cukup baik. Untuk ukuran motherboard kelas high-end harga tersebut cukup terjangkau

Namun seperti kebiasaan produk dari ECS, jangan terlalu banyak berharap pada paket penjualan yang disertakan karena seperti yang sudah kami duga. Paket penjualan sangat minim sama seperti produk motherboard dari ECS yang sudah-sudah.

Motherboard ini cukup layak untuk dimiliki mengingat teknologi yang diusungnya sudah terbilang up-to-date. Jadi jika Anda ingin merasakan kinerja chipset Intel P35 Express dengan harga terjangkau, ECS P35T-A bisa dijadikan pilihan

Gigabyte GA-G33-DS3R

Motherboard dari Gigabyte kali ini menggunakan chipset Intel G33 Express yang dilengkapi dengan chipset onboard VGA dari Intel GMA 3100. Capasitor yang digunakan oleh motherboard ini adalah solid capsitor dengan teknologi Ultra Durable 2. Di mana pihak pabrikan mengklaim bahwa dengan menggunakan capasitor jenis ini, maka umur pakai motherboard menjadi lebih lama 18x dibandingkan menggunakan alumunium capasitor biasa.

Fitur lain yang disertakan seperti gigabit LAN dan sound dengan format 7.1 channel, tentu sudah biasa kita temukan pada motherboard kebanyakan. Keunggulan dari audio onboard yang diusungnya adalah sudah mendukung Blu-ray/HD DVD Full Rate Audio. Cukup mengesankan memang teknologi yang diusungnya mengingat motherboard ini adalah berjenis VGA onboard.

onboard-nya yang diotaki oleh Intel GMA 3100 di mana test sintetic yang kami jalankan mampu dijalankan dengan baik. Namun kekurangan yang paling terlihat dari kinerja Intel GMA 3100 adalah ia tidak mendukung fitur anti-aliasing. Tes anti-aliasing tersebut kami buktikan dengan menjalankan benchmark sintetic 3DMarkO6.

Tak ketinggalan juga fitur overdock yang disertakan cukup lengkap dan luas. Seluruh komponen bisa Anda tuning sesuai keinginan Anda, meskipun ada beberapa komponen yang hanya bisa ditingkatkan sedikit saja.

Karena menggunakan all solid capasitor, tentunya harga yang dibanderol oleh produsen untuk motherboard ini cukup tinggi, yaitu sekitar US$230. Namun, hjrga tersebut cukup wajar jika melihat performa keseluruhan dan teknologi yang ditawarkan oleh motherboard ini. Namun sayang, hal tersebut tidak dibarengi dengan paket penjualan yang lengkap, meskipun sudah dilengkapi dengan bracket E-SATA. Minimnya paket penjualan ini tentunya merupakan strategi dari pihak produsen untuk menekan harga jual serendah mungkin,

Kinerja dari motherboard ini sendiri cukup bisa diandalkan. Beberapa tes benchmark sinteticyang kami ujikan terhadap produk ini mampu diselesaikan dengan baik dan juga menghasilkan skor yang cukup memuaskan. Tak jauh beda dengan performa VGA

Gigabyte GA-MA69G-S3H

Satu lagi produk Gigabyte yang mampir ke lab. PC Media dan dihadirkan pada “single test” kali ini. Produk tersebut adalah motherboard dengan nama GA-MA69G-S3H. Produk ini menggunakan chipset terbaru dari AMD, yaitu AMD 690G.

Daftar 6 Hardisk 3.5 Inch Terbaik dipasaran

Motherboard ini menggunakan chipset VGA onboard dari ATI terbaru, yaitu ATi Radeon X125O yang sudah mendukung DirectX9, Pixel Shader 2.0, ATi Avivo Technology, ATi SurroundView, dan tentu saja dukungan terhadap teknologi Crossfire. Kelebihan lain dari motherboard ini adalah sudah disediakannya interface HDMI yang mendukung HDCP (High-bandwidth Digital Content Protection).

Kinerja dgri motherboard ini juga terlihat cukup baik. Dari beberapa tes benchmark sintetic yang kami jalankan, la mampu melewatinya dengan baik. Skor yang dihasilkan juga cukup memuaskan, terlebih kinerja dari onboard VGA yang kami tes menggunakan software sintetic PCMarkO5 dan 3DMarkO6 menunjukkan kinerja yang luar biasa. Namun, satu hal yang menjadi ganjalan bagi kami adalah driver bawaan dari ATi belum sepenuhnya stabil, terbukti dari game demo Quake 4 tidak bisa dijalankan pada mode onboard VGA lantaran fitur OpenGL tidak ditemukan dalam driver tersebut.

Tapi jangan takut, untuk memainkan game-game 3D yang ada saat ini Anda cukup mengandalkan kinerja dari onboard VGA tersebut. Namun, tentu saja dengan setting tampilan yang tidak terlalu ekstrem.

Fungsi overdock yang disertakan dalam motherboard ini terlihat cukup lengkap. Suatu kepuasaan tersendiri tentunya jika Anda adalah orang yang suka melakukan overclocking. Hampir seluruh komponen dari motherboard ini bisa di-tuning sesuai dengan keinginan Anda.

Seperti kebiasaan dari motherboard dengan spesifikasi onboard VGA, paket penjualan yang disertakan cenderung cukup minim tak terkecuali dengan produk kali Ini. Harga yang dipatok adalah sekitar US$110. Harga yang cukup terjangkau. Jika dilihat dari performa baik motherboard dan VGA onboard-nya, maka harga yang dibanderol tersebut cukup layak untuk motherboard sekelas ini

MSI K9N Diamond

MSI kembali hadir pada “single test” kali ini. Produk yang dihadirkan adalah motherboard K9N Diamond. Memang motherboard ini bukan tergolong produk haru lagi, karena chipset yang dipakai masih menggunakan nVIDIA nForce 590 SLI yang tentu saja termasuk chipset generasi lama (meskipun belum begitu uzur).

Namun, keunggulan dari motherboard ini terletak pada sound integrated-nya yang sudah diperkuat dengan chipset SoundBlaster audigy 24-bit dan mendukung sampai 8-channel. Kami mencoba melakukan tes sound onboard tersebut dengan speaker 2.1 dan ternyata suara yang dihasilkan cukup jernih pada sisi treble dan bass yang cukup kuat ketika melantunkan musik instrumen dengan kualitas High Definitifion.

Selain itu, motherboard ini juga sudah engaplikasikan teknologi SLI. Secara umum fitur dan teknologi yang dibawanya cukup standar, bisa disamakan dengan motherboard sekelasnya yang beredar di pasaran.

Kinerja dari motherboard ini tergolong biasa saja. Kemungkinan dikarenakan karena batasan atas dari benchmark kami sudah menggunakan chipset keluaran terbaru seperti AMD 690, nVIDIA GeForce7025/ NF630a, dan lain sebagainya. Pada tes benchmark sintetic PCMarkO5 rating dan PC-Mark05 CPU rating berada di kisaran 80% Cukup lumayan, namun belum memuaskan menurut kami. Sepertinya hal tersebut ditutupi dengan fitur overdock yang kami nilai nyaris sempurna. Seluruh komponen dari motherboard tanpa terkecuali bisa Anda tuning sesuka hati. Kabar yang cukup menarik bagi Anda pecinta overdocking.

Paket penjualannya sendiri ternyata cukup komplit dan masih ditambah dengan SLI bridge yang sudah disediakan pada paket penjualannya. Harga yang dibanderol cukup tinggi, yaitu sekitar USJ230.

Kinerjanya memang bisa dibilang biasa saja, namun yang menjadi nilai lebih adalah onboard sound-nya yang sudah menggunakan SoundBlaster. Jika Anda memang pecinta kualitas suara yang bagus, mungkin motherboard ini bisa menjadi pilihan. Meskipun Anda juga bisa menambah SoundBlaster add-on pada motherboard lain

PC Partner RS690MKM-AB1S

Produk yang bisa dibilang baru dari PC Partner ini memiliki nama produk yang cukup panjang, yaitu PC Partner RS690MKM-AB1S. Cukup sulit untuk diucapkan. Chipset yang digunakan termasuk baru, yaitu AMD 690 yang berarti juga motherboard ini memiliki VGA onboard. Chipset yang digunakan untuk VGA on-board-nya adalah ATi Radeon Xpress 1150 di mana kemampuannya sedikit di bawah Radeon Xpress 1250.

Nilai tambah dari motherboard ini adalah ia sudah menghadirkan HDMI Port pada back panel-nya. Fitur lain yang dihadirkan hanya standar saja. Hampir sama dengan produk lain yang sejenis.

Kinerja dari motherboard ini tergolong cukup bisa diandalkan, memuaskan malah kalau menurut kami. Tes benchmark sin-tetic yang kami ujikan mampu terlewati dengan baik. Pada tes benchmark sintetic PCMark05 graphic rating dan 3DMarkO6 rating menghasilkan skor yang cukup bagus untuk ukuran VGA terintegrasi. Namun sekali lagi, driver bawaan dari ATi belum memiliki stabilitas yang cukup bagus dikarenakan ada beberapa teknologi grafis yang belum didukung oleh driver tersebut sepenuhnya.

Fitur overclock yang dihadirkan pada produk ini terlihat komplit, namun memang ada beberapa yang sudah ler-setting secara otomatis. Secara keseluruhan, fitur tersebut cukup bisa diandalkan bagi Anda yang menyukai overdocking.

Paket penjualannya sendiri ternyata cukup minim. Namun rupanya, hal tersebut ditutupi dengan disediakannya bracket TV out dan Serial bracket pada paket penjualannya. Harga yang dibanderol sekitar US$90. Harga yang tentunya cukup terjangkau menurut kami.

Dengan kinerja motherboard dan VGA terintegrasi yang cukup memuaskan dan harga yang bersahabat, rasanya layak jika produk ini menjadi salah satu pilihan Anda. TK